Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas I Pada Subtema Gemar Bernyanyi dan Menari Dengan Menggunakan Metode Demonstrasi di SDN 09 Timpeh
DOI:
https://doi.org/10.36057/jips.v4i3.428Keywords:
Hasil Belajar, Metode DemonstrasiAbstract
Untuk memahami suatu konsep dasar pelajaran. Perlu adanya kegiatan obsevasi dengan menerapkan metode pembelajaran demonstrasi dalam penyajian materi pelajaran. Karena melalui metode demonstrasi dapat mengembangkan kemampuan Kognitif, afektif maupun Psikomotor siswa, sehingga pemahan konsep pelajaran akan lebih bermakna. Berdasarkan penglaman peneliti pada pembelajaran terhadap siswa kelas I, dimana dari 17 siswa setelah dilaksankan tes Formatif hanya 6 siswa yang tuntas sedangkan 11 siswa dinyatakan belum tuntas dan nilai rata-rata kelas hanya 66,47 ketuntasan klasikal 35%. Berawal dari permasalah ini penulis mencoba mencari akar permasalahan yang sebenarnya terjadi dengan menggunakan model Penelitian Tindakan Kelas. Penelitihan dilaksanakan dalam dua tahap yaitu siklus 1 dan Siklus II. Berdasarkan hasil pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus I menunjukan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa , hal ini dapat dilihat dari hasil tes formatif pra siklus hanya 6 meningkat menjadi 11 siswa yang tuntas dan nilai rata-rata kelas juga mengalami peningkatan dari 66,47 menjadi 77,05 dan ketuntasan klasikal mencapai 65%. Hasil Perbaikan pembelajaran pada siklus II mengalami peningkatan yang signifikan siswa yang tuntas pada siklus I hanya 11 siswa menjadi 17 siswa ,Nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 75 dan ketuntasan kjlasikal mencapai 89,12 dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa dengan menerapkan metode demonstrasi dapat menigkatkan pemahaman siswa terhadap tema kegemaranku subtema gembar bernyanyi dan menari pada kelas I SD Negeri 09 Timpeh tahun Pelajaran 2020/2021.
Downloads
References
[2]Agung, Iskandar . 2012. Panduan Penelitian Tindakan Kelas bagi Guru. Jakarta: Bestari Buana Murni.
[3]Cecep. (2005). Penggunaan Metode Demonstrasi. Jakarta : Balai Pustaka.
[4]Dimyati & Mudjiono. 2013. Belajar Dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
[5]Djamarah, Syaiful Bahri. 2000. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta
,. 2011. Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka Cipta.
[6]Hamalik, Oemar. 2004. Proses Belajar Mengajar.Bumi Aksara. Jakarta.
[7]JJ. Hasibuan dan Moedjiono.2006. Proses Belajar Mengajar.Bandung : Remaja Rosdakarya
[8]Muhibbin, Syah. 2000. Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya
[9]Rusman. 2013. Model-Model Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada
[10]Slameto. (2010). Belajar & Faktor-Faktor yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta
[11]Suryabrata Sumadi, Psikologi Pendidikan, Jakarta : Rajawali, 1984
[12]Susanto, Ahmad. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group
[13]Winkel, WS. (2009). Psikologi Pengajaran.Yogyakarta: Media Abadi