Meraih Minat Belajar Bahasa Ibu Dengan Menggalakkan Praktik Bahasa Indonesia Pada Pergaulan Siswa MTsN 2 Pesisir Selatan Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan Tahun Ajaran 2018/2019

Main Article Content

Yenti Scorpina

Abstract

Dalam praktik pelajaran bahasa Indonesia sekarang diajarkan di jenjang pendidikan dasar dan menengah. Sejak awal bahasa Indonesia memang  menjadi mata pelajaran di SD, MTsN, dan MAN. Di Perguruan Tinggi bahasa Indonesia juga merupakan mata pelajaran  berdiri sendiri sebagai program studi dan mata kuliah mandiri pada jurusan terkait. 


Di sisi lain pembelajaran bahasa ibu (bahasa daerah)  pada masyarakat Indonesia cukup beragam berupa percampuran bahasa daerah sebagai akar bahasa nasional. Pada periode sebelumnya,   pembelajaran bahasa daerah belum mendapat tempat yang pasti, sehingga daerah satu dan daerah yang lain berbeda-beda perlakuannya, tergantung kepada kebijakan pemerintah daerah.


Dengan pemberlakuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, yang merupakan implementasi dari kurikulum berbasis kompetensi, memberikan harapan untuk pembelajaran bahasa daerah, karena dalam kurikulum itu memberi peluang pengajaran bahasa daerah sebagai salah satu muatan lokal.      


Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan dengan penerapan metode Menggalakkan Praktik Bahasa Menggalakkan Praktik Bahasa Ibu, sehingga terdapat dua siklus untuk mencapai ketuntasan dalam penelitian tersebut, sehingga peneliti memperhatikan siswa yang masih belum tuntas penyebab dari kelalaian siswa dalam menerima pembelajaran dengan metode yang penulis lakukan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Scorpina, Y. (2021). Meraih Minat Belajar Bahasa Ibu Dengan Menggalakkan Praktik Bahasa Indonesia Pada Pergaulan Siswa MTsN 2 Pesisir Selatan Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan Tahun Ajaran 2018/2019. Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic, 5(3), 37-48. https://doi.org/10.36057/jips.v5i3.499
Section
Articles

References

[1]A Chaedar Alwasilah. 2019. Pemertahanan Bahasa Ibu. www.pemertahanan bahasa_ibu.html (10/11/07)
[2]Arikunto, Suharsimi. 1996. Prosedur Penelitian Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
[3]Departemen Pendidikan Nasional RI. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP): Bahan Sosialisasi. htpp//:www.depdiknas.id.org.
[4]Moeliono, Anton. 1981. Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Jakarta: Jambatan.
[5]Nababan, P.W.J. 1991. Sosiolinguistik Suatu Pengantar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
[6]PR. Artikel. Senin, 19 Juni 2006, http://www.pikiranrakyat.com/cetak/2006 062006 19/0902.htm).
[7]Purwo, Bambang Kaswanti. 2003. “Pengajaran Bahasa Nusantara di Indonesia. Jakarta: Makalah Seminar Hari Bahasa Ibu Internasional.
[8]Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1977.www.pusatbahasa.depdiknas. go.id/showpenuh.php.
[9]Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1977. Hasil Seminar Politik Bahasa Nasional. Jakarta: Seri Penyuluhan 3.
[10]Rosidi, Ajip (editor). 1999. Bahasa Nusantara Suatu Pemetaan Awal. Jakarta: Dunia Pustaka Jaya.
[11]Sujana, Nana. 1989. Dasar- dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru.